Rajab : Bila DAS Sudah Hancur, Biaya Konservasinya Sangat Mahal

By Redaksi 19 Jan 2018, 23:54:56 WIB | dibaca: 290 Daerah

Rajab :  Bila DAS Sudah Hancur, Biaya Konservasinya Sangat Mahal

Keterangan Gambar : Rajab Tampubolon


BOGORnews.com ::::  Konservasi atau reboisasi daerah aliran sungai (DAS) yang sudah kritis akan menyedot biaya yang sangat mahal.

Demikian diutarakan oleh pakar lingkungan, Dr Rajab Tampubolon, dalam perbincangan dengan "Panitia Lulugu Puseur Cisadane" di Cibinong, Jumat (19/1/2017).

"Bila sebuah DAS sudah rusak, biaya normalisasinya akan sangat mahal," kata Rajab.

Doktor IPB yang menyusun disertasi tentang konservasi DAS Citarum, Bandung, ini menyontohkan kasus yang dialami sungai yang berhulu di Bandung selatan.

Dibutuhkan biaya hingga Rp 300 triliun untuk memulihkan sungai paling tercemar di dunia tersebut. "Kalau kerusakan sungai sudah seperti Citarum butuh biaya sangat mahal," tegas Rajab.

Oleh karena itu, Rajab yang juga anggota Bogor Sahabat (Bobat), memandang kolaborasi sejumlah komunitas untuk penyelamatan DAS Cisadane sebagai gerakan yang harus didukung semua pihak.

"Pelestarian DAS atau alam akan efektif kalau melibatkan partisipasi masyarakat. Semua pihak terkait harus peduli," kata Rajab.

Selain itu semua industri dari hulu sampai hilir yang memanfaatkan jasa lingkungan Cisadane wajib memberikan insentif untuk menunjang konservasi secara berkelanjutan.

"Selama ini industri dan para pihak yang memanfaatkan jasa lingkungan belum ambil tanggung jawab dalam pelestarian Cisadane. Padahal mereka mengambil banyak keuntungan. Harusnya nemberikan kompensasi seimbang," tegas Rajab.

Sementara itu, pejabat Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Bogor, Atis Tardiana mengungkapkan, pihaknya mendukung penuh gerakan masyarakat Bogor untuk pelestarian Sungai Cisadane.

"Kegiatan ini sangat positif, wujud partisipasi dan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan," ujar Atis.

Menurut Atis, rangkaian kegiatan yang digagas panitia Lulugu Puseur Cisadane di Desa Wisata Paniisan Rancabungur cukup komplet.

Aksi yang dilakukan tidak hanya penanaman bibit pohon, namun juga ada bersih-bersih sampah sungai, pelepasan benih ikan, kampanye hidup sehat bersahabat dengan  sungai hingga bedah budaya dan sejarah Kerajaan Tarumanegara, munajat doa alam, serta pentas seni Sunda Karinding Wates (Kawat).

"Kami juga sedang menyiapkan kegiatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2018 pada awal Februari, jadi dapat berkolaborasi mendukung kegiatan di DAS Cisadane," ungkap Atis.

Sebagai bentuk dukungan penuh, pihak DLHK rencananya akan mengirimkan bantuan sejumlah truk pengangkut sampah, karung serta menerjunkan personil untuk berbaur dengan 200-an aktivis peduli yang berasal dari 40 komunitas lebih untuk melestarikan Cisadane. (*)






Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

MDB Radio - Download Now!



Yukk Cari Reseller / Penjual Terdekat dengan tempat tinggal anda. Klik / Cari Disini

Iklan Bogor News

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Video Terbaru

View All Video
+ Produk Lainnya

PRODUK TERKINI