 |
 |
|
 |
 |
|
| Breaking /
Breaking News |
|
| 22.407 Lubang Resapan Biopori Segera Dibuat Di 6 Wilayah Kecamatan Se Kota Bogor | | Oleh red |
| Sabtu, 21-April-2007, 14:32:41 |
457 klik |
 |
 |
|
|
| Bogornews---Sebanyak 5.250 lubang resapan biopori dibuat di 21 Kelurahan yang ada di 6 Kecamatan se Kota Bogor pada peringatan hari bumi tahun 2007 tingkat Kota Bogor, sekaligus rangkaian memperingati Hari Jadi Bogor ke 525 yang akan diperingati 3 Juni mendatang. |
|
|
 |
| Klik untuk melihat foto lainnya... |
|
Pencanangan pembuatan lubang biopori dilakukan Walikota Bogor, H Diani Budiarto di lapangan Sempur, Kota Bogor, Sabtu (21/4) yangh dihadiri para pejabat Pemerintah Kota Bogor, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Achmad Ansyori Matjik beserta jajarannya.
Upacara tersebut diikuti sekitar 4.000 peserta. Mereka diterjunkan untuk melaksanakan pembuatan lubang resapan biopori di 21 kelurahan. Dari 4000 yang diterjunkan berasal dari IPB sebanyak 1.500 mahasiswa, pelajar SMA dan SMK Kota Bogor sebanyak 1.500 siswa, pegawai Pemerintah Kota Bogor sebanyak 500 orang, serta Pramuka Kota Bogor sebanyak 500 orang.
Asisten Sosial Ekonimi (Sosek) H. Indra M Rusli, selaku pelaksana kegiatan mengatakan,pembuatan lubang biopori dilakukan oleh mahasiswa, pelajar, dan masyarakat setempat di 21 kelurahan se Kota Bogor. “Setiap kelurahan Pemerintah Kota Bogor membantu 10 bor Sedangkan pembuatan dilaksanakan oleh mahasiswa dan warga setempat yang dikoordinir oleh para Lurah, “ ujarnya.
Pembuatan sumur resapan biopori juga bertepatan pada peringatan hari jadi Kota Bogor, 3 Juni mendatang, yang ditargetkan, sebanyak 22.407 lubang sudah dibor. Ditetapkannya jumlah 5.250 lubang didasarkan peringatan hari jadi Kota Bogor ke-525, katanya.
Menurut Indra, sasaran keseluruhan pembuatan lubang resapan biopori sebanyak 22.407 lubang di 68 kelurahan. Jumlah 22.407 lubang didasarkan pada peringatan hari bumi tahun 2007 pada 22 April 2007.
Pembuatan lubang biopori ini sasarannya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat Kota Bogor dalam menjaga kelestarian sumber daya air melalui lubang biopori, “ tambahnya,
Sementara itu, Walikota Bogor H Diani Budiarto mengatakan, pembuatan lubang resapan biopori bekerjasama dengan IPB antara lain didasarkan, disebabkan kehkhawatiran terhadap ketersediaan air sebagai sumber kehidupan yang telah mendekati kritis.
Berdasarkan hasil kajian global tentang krisis air yang disampaikan pada World Water Forum II tahun 2000, memperingatkan banyak negara yang akan mengalami krisis air, salah satunya Indonesia, katanya.
Sedangkan berdasarkan data Departemen Pekerjaan Umum (DPU), sambung Diani, ada sekitar 100 juta jiwa penduduk Indonesia yang memngalami kesulitan mendapatkan air. Sementara, soal konsumsi air bersih, data DPU menyebutkan, 70 persen penduduk Indonesia masih mengkonsumsi air minum yang terkontaminasi.
Pakar biopori, Dr. Khamir menyebutkan, lubang resapan biopori dibuat berukuran diameter 10 cm dan kedalaman 80 cm. Nantinya lubang tersebut dimasuki sampai sampah organik sebagai bahan makanan cacing. Adanya cacing di lubang biopori, yang membuat lubang-lubang kecil, membuat lubang biopori menjadi resapan air yang baik. “Idealnya pembuatan lubang diatas lahan seluas 100 meter persegi dibuat sekitar 24 lubang, katanya.(iso/mon)
|
|
|
|
 |
 |
| BOGORnews Link's |

 Komunitas Muda Bogor
|
|
 |
|
 |
 |