Teknologi Ini yang Ditawarkan LIPI Guna Mencari Alternatif Bahan Bakar Fosil

By Redaksi 10 Okt 2018, 20:49:21 WIB | dibaca: 296

Teknologi Ini yang Ditawarkan  LIPI Guna Mencari Alternatif Bahan Bakar Fosil




BOGORnews.com:::Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)  bekerjasama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) menyelenggarakan 5th International Symposium on Innovative Bioproduction Indonesia (ISIBio 2018) di IPB International Convention Center, Bogor, Jawa Barat pada Rabu, (10/10/2018).

Simposium ini dihadiri oleh sekitar 500 peserta yang terdiri dari para peneliti,  akademisi, dan industri. Tampil menjadi pembicara Bambang Prasetya, Chiaki Ogino, Puspita Lisdiyanti, Hideki Nakayama, Ahmad Thontowi, Kiyotaka Hara,  dan Manaek Simamora. 

Simposium ini mengangkat tema tentang prospek pengembangan teknologi biorefineri berbasis biomass non-pati guna menggantikannya bahan bakar fosil. 

Penelitian pemanfaatan biomasa non-pati sudah cukup banyak dikembangkan para peneliti Indonesia. Sayangnya, pengembangan penelitian tadi masih belum menyeluruh sehingga penerapannya belum optimal. Hal itu dikemukakan Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati kepada Bogornews.com disela simposium. 

"Kita perlu memberi solusi pengembangan biomasa agar segera terimplementasi menjadi energi alternatif melalui teknologi biorefineri,” ucapnya. 

Enny melanjutkan, pengembangan teknologi biorefineri untuk mengubah biomasa menjadi biofuel dan produk kimia lainnya menuntut adanya perhatian pada tiga komponen penting. 

“Pertama, perlu pengembangan teknologi pretreatment biomasa untuk menghilangkan bagian yang tidak diperlukan,” jelas Enny.

Hal kedua, lanjut Enny, diperlukan pengembangan teknologi produksi enzim sebagai komponen katalisator (biokatalis). 

“Sampai saat ini enzim yang diperlukan masih merupakan produk impor sehingga berpengaruh di biaya produksi,” ujar Enny. Sedangkan komponen ketiga adalah teknologi fermentasi dan reaksi terpadu.

Dirinya mengungkapkan jika komponen tadi dapat dipadukan dengan komposisi sumber daya lokal, maka proses produksi akan berjalan lebih efisien sehingga menurunkan biaya produksi.

“Produksi energi alternatif bisa berbiaya murah dan terjangkau, terlebih lagi saat ini pemerintah telah mengeluarkan kebijakan B20 yang mendukung sektor energi alternatif," jelasnya.

"Semua yang kita lakukan saat ini adalah guna mendukung program pemerintah dalam penggunaan  biofuel, biodiesel dan ethanol. Indonesia memiliki banyak sekali biomassa seperti jerami,  padi dan induatri kayu. Begitu juga micro organisme, itu semua sangat potensial untuk menghasilkan bio energi."

"Beberapa industri sudah mulai dijadikan model. Kami sudah mulai melakukannya kerjasama dengan industri. Kita juga harus bisa mengubah mindset masyarakat. Memang penggunaan energi berbasis bio,  saat ini relatif mahal. Tapi kita harus berpikir ke depan. Kita perlu gencar melakukan sosialisasi, "pungkasnya. 

Sementara Peneliti Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI sekaligus Manajer Proyek Biorefineri, Yopi menjelaskan, untuk mewujudkan produksi energi alternatif dari biomasa yang lebih murah dan efisien, peneliti LIPI telah bekerjasama dalam konsorsium melaksanakan riset biorefineri terpadu. 

“Konsorsium ini terdiri dari LIPI yakni Pusat Penelitian Bioteknologi, Pusat Penelitian Biologi, Pusat Penelitian Biomaterial, dan Pusat Penelitian Kimia dengan dukungan dari program JST-JICA SATREPS Project,” ujar Yopi. 

Saat ini salah satu fokus riset yang sedang  dikerjakan adalah pengembangan biorefineri terpadu dengan dasar pemanfaatan biomasa dari industri kelapa sawit dan tebu untuk produksi bioethanol dan bioplastik dengan menggunakan mikroba lokal. 

Yopi menungkapkan, melalui hasil riset terpadu konsorsium ini Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI mendapatkan sertifikat sebagai Pusat Unggulan Iptek Biorefineri Terpadu dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. 

“Kami berharap teknologi biorefineri terus dikembangkan melalui jalinan kerja sama riset yang lebih luas. Selain itu, kami berharap mampu meningkatkan kerja sama dan berbagi pengetahuan terkait bidang bioproses biorefineri antara sesama peneliti Indonesia maupun peneliti luar negeri serta sektor industri,” pungkas Yopi.(DimasFery) 






Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Media Digital Bogor Radio


>>>Download MDB Radio APP<<<

Script Link MDB Radio

Jejak Pendapat

Kota Bogor Menurut Anda Saat Ini ?
  Bertambah Indah
  Bertambah Bersih
  Bertambah Macet
  Tidak Perduli

Komentar Terakhir

  • Dr Paul

    Do you owe? Do you need to collect cash for health care costs or pay debts or in ...

    View Article
  • Dr Paul

    Apakah Anda berhutang? Apakah Anda perlu mengumpulkan uang tunai untuk biaya perawatan ...

    View Article
  • billyhq1

    My self-controlled describe: http://desi.porn.sexblog.pw ...

    View Article