Kasepuhan Sunda Desa Bojong Bumikan Seni Tarawangsa

By Redaksi 15 Sep 2018, 13:43:29 WIB | dibaca: 669

Kasepuhan Sunda Desa Bojong Bumikan Seni Tarawangsa

Seni Tarawangsa




BOGORnews.com ::: Seni tradisional Sunda Tarawangsa sudah lama punah di bumi Pakuan Pajajaran. Nyaris jarang ada masyarakat yang menggelarnya dalam upacara adat, pesta pernikahan, khitanan atau perayaan besar nasional.

Tarawangsa hanya dapat ditemukan di beberapa daerah tertentu di Jawa Barat, yakni di Rancakalong (Sumedang), Cibalong, Cipatujah (Tasikmalaya selatan), Banjaran (Bandung), dan Kanekes (Lebak).

Tarian Tarawangsa tidak terikat aturan pokok. Tarian ini juga bukan hanya gerakan fisik, namun juga sarat metafisik. Tak heran penari sering tidak sadarkan diri.

Abah Nimang, selaku sesepuh Sunda Desa Bojong, Kecamatan Kemang, menggelar pertunjukan seni Tarawangsa dalam sebuah upacara adat pada Jumat (31/8/2018).

Upacara adat Sunda digelar di Kampung Sawah RW 7, Desa Bojong, dihadiri ratusan pegiat budaya dari sejumlah komunitas Sunda, yakni Baraya Kujang Pajajaran (BKP), Dewan Adat Sunda Langgeng Wisesa dan komunitas silat di wilayah Kecamatan Kemang.

Selain menggelar Seni Tarawangsa, kegiatan yang dikemas sebagai perayaan pernikahan putra Abah Nimang, Hendrik, juga menampilkan pencak silat Sinar Cimande Kampung Sawah, seni karinding hingga pembacaan Wangsit Siliwangi oleh Wahyu Kujang.

Bukan hanya pelaksanaan upacara adat Sunda saja yang sakral dan sarat nilai budaya tradisional. Namun upacara pernikahan pun dikemas dengan desain dan nuansa serba Sunda. Dua repilika kujang berukuran besar dipamerkan di panggung pengantin.

Selaku penggagas kegiatan, Abah Nimang menuturkan, Tarawangsa sengaja dipilih sebagai objek utama karena jenis kesenian tradisional Sunda yang satu ini terancam punah. Bahkan  pemain Tarawangsa harus didatangkan dari luar Bogor, yakni dari komunitas Oesik Cipanas, Cianjur, dan Rancakalong, Sumedang.

"Seni Tarawangsa sangat  sakral. Seni gesek tertua di Indonesia ini sebagai warisan kekayaan bangsa yang perlu dilestarikan," ujar Nimang.

Sesepuh Baraya Kujang Pajajaran, Abah Wahyu Affandi Suradinata mengungkapkan, seni Tarawangsa terbilang langka, karena komunitasnya terbatas dan biasanya dimainkan oleh orang tua, berusia 60 tahun ke atas.

"Biasanya Tarawangsa dimainkan oleh orang tua. Namun kali ini yang tampil anak muda. Ini luar biasa. Berarti generasi muda Sunda juga peduli Tarawangsa dengan menyiapkan bibit," terang pria yang akrab disapa Wahyu Kujang.

Ketua Bidang Media dan Hubungan Antarlembaga Dewan Adat Sunda Langgeng Wisesa, Ahmad Fahir, mengapresiasi upacara adat yang digelar Bah Nimang.

"Kini masyarakat Sunda di Desa Bojong mulai kembali memperkuat identitas kultural, dengan membumikan seni-seni tradisional yang sudah punah. Teladan yang perlu ditiru oleh kasepuhan Sunda di seantero Bogor," tegas pegiat Sunda asli Desa Bojong.

Dikemukakannya, masyarakat Bogor mempunyai tanggung jawab besar dan beban berat di pundak dalam melestarikan adat istiadat Sunda, karena perannya sebagai ibu kandung peradaban dan ibu kota pemerintahan kerajaan-kerajaan Sunda dari masa ke masa.

"Bogor adalah puseur dayeuh Pajajaran dan situs yang sangat penting dalam sejarah perjalanan urang Sunda. Warga Bogor memiliki tanggung jawab besar dalam merawat budaya Sunda," ujar Fahir (red/rls)






Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Media Digital Bogor Radio


>>>Download MDB Radio APP<<<

Script Link MDB Radio

Jejak Pendapat

Kota Bogor Menurut Anda Saat Ini ?
  Bertambah Indah
  Bertambah Bersih
  Bertambah Macet
  Tidak Perduli

Komentar Terakhir

  • cecileko60

    Started up to date cobweb throw http://summer.ablogs.relayblog.com/?post.jordyn ...

    View Article
  • Jasa SEO Bergaransi

    Desain situsnya sangat menarik gan.... mantap sekali. https://perusahaanseo.weebly.com/ ...

    View Article
  • Saprudin

    Kemana yah pemkab ini blm ada respon ...

    View Article