Atasi Masalah Layanan Publik dengan Proyek Perubahan

By Redaksi 06 Jul 2018, 21:34:26 WIB | dibaca: 164 pembaca 

Atasi Masalah Layanan Publik dengan Proyek Perubahan

BOGORnews.com ::: Ciawi - Masalah layanan publik yang sering dikeluhkan masyarakat, menjadi salah satu topik yang coba diselesaikan dalam agenda Pendidikan dan Latihan Kepemimpinan (Diklatpim). Diklat yang diperuntukkan bagi para pejabat dan calon pejabat eselon di instansi pemerintahan ini, selain membekali kemampuan manajerial dan kepemimpinan, juga mensyaratkan pesertanya mampu menghasilkan inovasi layanan publik yang mampu menyelesaikan permasalahan yang ada. Inovasi layanan publik yang disusun dalam Proyek Perubahan ini kemudian diuji dalam Seminar Proyek Perubahan sebagai syarat yang menentukan lulus tidaknya peserta dalam Diklatpim.

Demikian pula dengan peserta Pendidikan dan Latihan Kepemimpinan Tingkat IV (Diklatpim IV) Angkatan XIV yang diselenggarakan Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP). Sebanyak 40 peserta memaparkan Proyek Perubahannya yang dihasilkannya pada Seminar Proyek perubahan yang digelar di Komplek Surya PPMKP, Ciawi-Bogor, Kamis (5/7) lalu.  

Ada 40 Proyek Perubahan yang diuji dan dinilai sejauhmana bisa menjadi solusi atas permasalahan yang ada. Salah satunya adalah Proyek Perubahan yang dihasilkan Ozy Fachrurozie, pegawai Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Samarinda, dalam menyelesaikan masalah layanan karantina pertanian yang terjadi di Pelabuhan Samarinda, Kalimantan Timur.

Kondisi pelabuhan Samarinda yang meskipun tergolong besar, tapi merupakan pelabuhan curah. Setiap kapal bebas sandar di mana saja, kapal datang dan kapal berangkat dalam kondisi bersamaan, menyebabkan penumpang naik dan turun dari kapal tidak dari satu tempat. Hal tersebut menjadi inspirasi Ozy Fachrurozie untuk menyusun proyek perubahan berjudul Peningkatan Layanan Sertifikasi Karantina Pertanian Serta Pengawasan dan Penindakan melalui Mobil Pelayanan Karantina di Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Samarinda.

Di hadapan penguji, coach dan mentor, Ozy memaparkan peran Karantina Pertanian adalah mencegah masuk dan tersebarnya penyakit, baik itu hewan maupun tumbuhan dari satu wilayah ke wilayah lain.  Oleh karena itu, setiap pelintas atau penumpang kapal yang membawa hewan dan tumbuhan wajib melapor dan memeriksakan hewan atau tumbuhan bawaanya kepada petugas Karantina Pertanian. Namun dengan banyaknya akses masuk dan keluar, membuat pelintas tidak terawasi dan banyak yang tidak melapor ke Petugas Karantina.

“Selama ini hampir 50% penumpang tidak lapor ke karantina, sehingga informasi dan pemberian pengertian terhadap pentingnya kelengkapan dokumen karantina harus disampaikan dengan cara mendekati mereka,” papar Ozy.

Ozy kemudian menggagas mobil layanan karantina, sebagai unit layanan yang bergerak mendatangi penumpang yang datang. “Dengan adanya karantina dekat dengan mereka diharapkan mereka bisa patuh dan mengikuti prosedur yang ada,“ tambahnya.

Dengan mobil layanan ini, masyarakat akan lebih mudah mendapatkan pelayanan tanpa harus masuk ke kantor karantina di pelabuhan, karena mobil ini digunakan pada saat keberangkatan dan kedatangan kapal.  Selain itu, penggunanaan mobil layanan ini dapat menghindari calo dan menekan pungutan – pungutan diluar ketentuan.

Ozy menuturkan sejak mobil layanan ini digunakan angka sertifikasi yang awalnya sekitar 400, sekarang sudah mencapai 500an walaupun mobil yang digunakan saat ini adalah mobil operasional biasa dan sarana yang seadanya.

Missing data yang tadinya 35% kini menjadi 14%, ini berarti terjadi penurunan angka pelanggaran,“ jelasnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Karantina Pertanian kelas I Samarinda, Agus Sugiyono yang menjadi mentor Ozy, menuturkan mobil layanan karantina ini merupakan jawaban  baik terhadap kondisi pelabuhan maupun kondisi karantina di Indonesia. Pihaknya merasa optimis proyek perubahan ini bisa diterapkan di seluruh Indonesia yang kondisinya sama dengan di Samarinda.

Menurut Agus, optimisme ini beralasan, karena setelah Proyek Perubahan ini di informasikan share di grup Unit Pelaksana Teknis lain di Indonesia, sudah banyak yang tertarik. Ia berharap ke depannya Badan Karantina Pertanian dapat menyediakan mobil yang didisain sesuai kebutuhan, baik dari peralatan, power maupun sarana komunikasinya.

Semua ini, lanjutnya, bertujuan untuk meningkatkan pelayanan sehingga masyarakat lebih mudah mendapatkan pelayanan karantina dan mengerti pentingnya dokumen karantina untuk hewan atau tumbuhan yang dibawa atau didatangkan dari luar wilayahnya. “Kalau di Kepolisian ada SIM keliling, Kementerian Keuangan ada pajak keliling, maka k]Karantina ada mobil layanan,“ pungkasnya. ***











Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Media Digital Bogor Radio


>>>Download MDB Radio APP<<<

Script Link MDB Radio

Temukan juga kami di

Jejak Pendapat

Kota Bogor Menurut Anda Saat Ini ?
  Bertambah Indah
  Bertambah Bersih
  Bertambah Macet
  Tidak Perduli

Komentar Terakhir

  • agrohimzmq

    удалите,пожалуйста! [url=http://agro-himiya.by/].[/url] ...

    View Article
  • Jasa SEO Murah

    Oke boss thank you. http://www.tierbonavi.com ...

    View Article
  • High School Diploma

    I was guessing if You Could write a little more on this subject? I’d be very ...

    View Article


BOGOR WEBSITE