Rabu, 11 Januari 2012 - 18:37:46 WIBPemkab Bogor Dirikan Stasiun Televisi
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: Seputar JABAR - Dibaca: 149 kali
BOGORnews ::: Pemerintah Kab. Bogor berencana mendirikan stasiun televisi sendiri pada tahun 2012. Televisi milik Pemkab yang diberi nama Teman TV itu kemungkinan di bulan maret sudah mulai siaran. Namun sampai sekarang belum memperoleh izin termasuk frekuensi.
Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kab Bogor Sonny Abdussyukur, Selasa (10/1) di Cibinong, Kab Bogor mengatakan, mendirikan stasiun televisi tersebut merupakan terobosan baru yang dilakukan Pemkab. "Insya Allah Maret sudah mulai siaran," ujarnya.
Menurutnya, gagasan untuk mendirikan teve tersebut adalah agar informasi terhadap berbagai pembangunan Kab Bogor bisa diketahui masyarakat melalui teve. "Saat ini ada kecenderungan orang lebih menyukai nonton televisi. Hal ini sangat tepat dijadikan ajang untuk menginformasikan berbagai hal di Kab Bogor," jelas Sonny.
Gagasan mendirikan televisi itu, kata Sonny mendapat dukungan penuh dari bupati Bogor. "Setelah dipaparkan tentang program Teve, pak Bupati langsung menyetujui dan tahun ini harus sudah siaran," katanya.
Menjawab pertanyaan sejauhmana kesiapan untuk siaran, Sonny dengan penuh meyakinkan menjelaskan, persiapan sudah dilakukan. Bahkan pihak pemkab juga mengandeng pihak luar. "Orang yang ahli dalam pertelevisian kita ajak dan libatkan," ucapnya.
Menurut dia, Teman TV nantinya bisa ditonton oleh masyarakat Bogor. Berbagai informasi tentang pembangunan akan disiarkan melalui televisi tersebut. Untuk lembaga yang menanggani stasiun televisi, sudah dibentuk yakni UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) dibawa Dinas Kominfo. "Kami optimis bulan Maret sudah siaran," kata Sonny.
Ketika ditanya soal perizinan, Sonny menjelaskan bahwa pihaknya sudah berkonsultasi dengan Komisi Penyiaran Daerah Jawa Barat dan Komisi Penyiaran Pusat. Namun, dia mengaku sampai saat ini belum mengantongi ijin resmi soal penggunaan frekuensi dari kementerian komunikasi dan informasi. Meski belum punya izin siaran, kata Sonny siaran akan tetap dilakukan, dan radius jangka siaran hanya di wilayah Kab. Bogor.
Di tempat terpisah, anggota Komisi A DPRD Kab Bogor Wasto mengatakan, waktu pembahasan program 2012, memang ada usulan dari Pemkab tentang mendirikan stasiun televisi. "Dalam pembahasan program dan anggaran 2012, ada usulan soal teve dari eksekutif," ujarnya.
Dalam pembahasan itu, ada rekomendasi yang disampaikan, yaitu untuk mengkaji secara lengkap dan mempertimbangkan secara matang tentang pendirian televisi tersebut.
Kajian tersebut sangat diperlukan, jangan sampai siaran televisi menimbulkan persoalan misalnya tidak banyak yang menonton atau siarannya kurang diminati. Kemudian dikaji sejauhmana efektifitas mendirikan stasiun televisi tersebut.
Informasi yang diperoleh, untuk stasiun televisi Pemkab itu dialokasikan anggaran dalam APBD sebesar Rp 600 juga. Sedangkan kantornya memakai gedung radio Teman yang sudah ada.
Rencana mendirikan televisi tersebut menimbulkan berbagai pertanyaan, mengingat wilayah Kab Bogor berbatasan dengan Jakarta yang sudah banyak televisi swasta. Kemudian juga meragukan kemampuan pegawai negeri dalam mengelola televisi yang sarat dengan persaingan serta kemampuan SDM serta pengelolaan stasiun televisi secara baik.*(red/PR)
Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kab Bogor Sonny Abdussyukur, Selasa (10/1) di Cibinong, Kab Bogor mengatakan, mendirikan stasiun televisi tersebut merupakan terobosan baru yang dilakukan Pemkab. "Insya Allah Maret sudah mulai siaran," ujarnya.
Menurutnya, gagasan untuk mendirikan teve tersebut adalah agar informasi terhadap berbagai pembangunan Kab Bogor bisa diketahui masyarakat melalui teve. "Saat ini ada kecenderungan orang lebih menyukai nonton televisi. Hal ini sangat tepat dijadikan ajang untuk menginformasikan berbagai hal di Kab Bogor," jelas Sonny.
Gagasan mendirikan televisi itu, kata Sonny mendapat dukungan penuh dari bupati Bogor. "Setelah dipaparkan tentang program Teve, pak Bupati langsung menyetujui dan tahun ini harus sudah siaran," katanya.
Menjawab pertanyaan sejauhmana kesiapan untuk siaran, Sonny dengan penuh meyakinkan menjelaskan, persiapan sudah dilakukan. Bahkan pihak pemkab juga mengandeng pihak luar. "Orang yang ahli dalam pertelevisian kita ajak dan libatkan," ucapnya.
Menurut dia, Teman TV nantinya bisa ditonton oleh masyarakat Bogor. Berbagai informasi tentang pembangunan akan disiarkan melalui televisi tersebut. Untuk lembaga yang menanggani stasiun televisi, sudah dibentuk yakni UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) dibawa Dinas Kominfo. "Kami optimis bulan Maret sudah siaran," kata Sonny.
Ketika ditanya soal perizinan, Sonny menjelaskan bahwa pihaknya sudah berkonsultasi dengan Komisi Penyiaran Daerah Jawa Barat dan Komisi Penyiaran Pusat. Namun, dia mengaku sampai saat ini belum mengantongi ijin resmi soal penggunaan frekuensi dari kementerian komunikasi dan informasi. Meski belum punya izin siaran, kata Sonny siaran akan tetap dilakukan, dan radius jangka siaran hanya di wilayah Kab. Bogor.
Di tempat terpisah, anggota Komisi A DPRD Kab Bogor Wasto mengatakan, waktu pembahasan program 2012, memang ada usulan dari Pemkab tentang mendirikan stasiun televisi. "Dalam pembahasan program dan anggaran 2012, ada usulan soal teve dari eksekutif," ujarnya.
Dalam pembahasan itu, ada rekomendasi yang disampaikan, yaitu untuk mengkaji secara lengkap dan mempertimbangkan secara matang tentang pendirian televisi tersebut.
Kajian tersebut sangat diperlukan, jangan sampai siaran televisi menimbulkan persoalan misalnya tidak banyak yang menonton atau siarannya kurang diminati. Kemudian dikaji sejauhmana efektifitas mendirikan stasiun televisi tersebut.
Informasi yang diperoleh, untuk stasiun televisi Pemkab itu dialokasikan anggaran dalam APBD sebesar Rp 600 juga. Sedangkan kantornya memakai gedung radio Teman yang sudah ada.
Rencana mendirikan televisi tersebut menimbulkan berbagai pertanyaan, mengingat wilayah Kab Bogor berbatasan dengan Jakarta yang sudah banyak televisi swasta. Kemudian juga meragukan kemampuan pegawai negeri dalam mengelola televisi yang sarat dengan persaingan serta kemampuan SDM serta pengelolaan stasiun televisi secara baik.*(red/PR)

- PPP Usung RY Sebagai Calon Gubernur Jabar
- Liburan Ala Gebu Cinta di Panti Asuhan
- KPK Reka Ulang Kasus Suap Kejari Cibinong
- Pemkab Bogor Anggarkan Rp3 Miliar Untuk e-KTP
- Pemprov Jabar Dorong Masyarakat Aktif Membangun Dunia Pendidikan
0 Komentar :
Isi Komentar :









Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online 