Selasa, 10 Januari 2012 - 23:08:56 WIB
Pemprov Jabar Dorong Masyarakat Aktif Membangun Dunia Pendidikan
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: Seputar JABAR - Dibaca: 123 kali

BOGORnews ::: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan kembali komitmennya untuk membangun dunia pendidikan lebih maju. Sehingga mampu menghasilkan sumberdaya manusia (SDM) yang unggul dalam kerangka menjalankan roda pembangunan.Untuk itu dirinya menyampaikan apresiasi atas sejumlah upaya masyarakat yang aktif terlibat dalam pembangunan dunia pendidikan khususnya di Jawa Barat. 

Utamanya kepada yayasan Hanifah Muchtar yang sudah memberikan dana bantuan berupa beasiswa berbasis prestasi dan ekonomi kepada 200 siswa-siswi TK, SD, SMP, SMA, Pesantren dan Perguruan Tinggi di Kabupaten Garut. Hal tersebut merupakan bukti kepedulian masyarakat dengan turut berpartisipasi aktif dalam membangun dunia pendidikan di Jawa Barat.

”Kita maklumi bersama, pembangunan bidang pendidikan adalah salah satu prasyarat utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Hal itu sesuai dengan agenda global the millenium development goals (MDGs) yang menempatkan pendidikan sebagai aspek strategis pembangunan SDM. Karenanya Provinsi Jawa Barat secara konsisten menempatkan pendidikan sebagai landasan utama menuju kesejahteraan masyarakat yang mandiri, dinamis dan sejahtera,” tegas Heryawan usai memberikan sambutan pada acara Penyerahan Dana Bantuan (Beasiswa) Pendidikan dari Yayasan Hanifah Muchtar bagi Siswa-Siswi TK, SD, SMP, SMA, Pesantren dan Perguruan Tinggi di Kabupaten Garut, Selasa (10/1/2012 ) pagi di Gedung Al-Musadaddiyah. Jl. Mayor Syamsu No. 2 Kab. Garut

Seiring dengan itu, lanjut Heryawan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan Kebijakan Pembangunan Pendidikan, yaitu peningkatan kualitas pendidikan yang difokuskan pada meningkatnya kualitas pelayanan pendidikan guna pencapaian Angka Melek Huruf (AMH) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) melalui pelayanan pendidikan non formal dan formal dasar dan menengah, diikuti dengan pendidikan luar biasa dan kemampuan baca tulis serta pengembangan pendidikan bertaraf internasional. “Kita akan terus upayakan secara konsisten kebijakan Jabar bebas biaya pendidikan dasar 9 tahun dan perintisan Jabar bebas putus jenjang sekolah pendidikan menengah 12 tahun,” ujarnya.

Pada Anggaran Penerimaan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2012 ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan anggaran fungsi pendidikan sebesar 20% lebih. Dimana alokasi diarahkan pada program peningkatan partisipasi sekolah jenjang pendidikan dasar, rata-rata lama sekolah, penuntasan pemberantasan buta aksara dan mengurangi persentase putus sekolah. Semuanya diwujudkan dalam bentuk perbaikan akses dan kualitas pendidikan, antara lain dengan melaksanakan Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMP dan SMA sederajat di seluruh Kabupaten/Kota, Bantuan Rehabilitasi Ruang kelas SD, melanjutkan pendanaan BOS Provinsi, Bantuan Beasiswa Siswa Miskin, serta bantuan untuk dukungan Program Pemberantasan Buta Aksara.

Namun demikian, ungkap Heryawan, disadari sepenuhnya bahwa sumberdaya yang dimiliki Pemerintah dan Pemerintah Daerah sangat terbatas, sehingga dukungan dan partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat Jawa Barat dalam pembangunan pendidikan merupakan sebuah keinginan yang luhur. Oleh karena itu, kemitraan bersama masyarakat, organisasi sosial masyarakat serta stakeholders pendidikan lainnya, terus kita bangun secara sinergis. Tujuannya agar terhimpun sumberdaya bersama sebagai modal sosial yang dapat didayagunakan dengan prinsip-prinsip efektivitas dan efisiensi, sehingga tercapai hasil dan manfaat yang maksimal serta dampak yang konstruktif guna menghela kemajuan pendidikan di Jawa Barat. *(red)



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)