Minggu, 08 Januari 2012 - 23:01:35 WIBDisperindag Kota Bogor Gelar Operasi Pasar Beras
Diposting oleh : Iso
Kategori: Ekonomi - Dibaca: 78 kali
BOGORnews ::: Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor menggelar operasi pasar di tujuh pasar tradisional, untuk menekan kenaikan harga beras yang cukup tinggi, yang diakibatkan faktor cuaca.
Kepala Bidang Perdagangan pada Disperindag Kota Bogor, M Sinaga, di Bogor, Minggu (8/1/2012 ), mengatakan, operasi pasar (OP) beras digelar sejak Jumat (6/1) hingga harga di pasaran normal kembali. "Dalam operasi pasar ini kami menyiapkan 50 ton beras," katanya.
Menurutnya, sebanyak 20 ton beras telah disalurkan di dua pasar yakni Pasar Bogor dan Pasar Anyar pada Jumat lalu.
Ia mengatakan OP beras digelar karena kenaikan harga beras di Bogor telah mencapai 10 persen. Harga beras di pasaran rata-rata Rp 7.500 per kilogram untuk jenis IR 64.
Dalam OP beras tersebut, menurut Sinaga, Disperindag menjual beras dengan harga Rp 6.500 per kilogram, atau selisih Rp 1.000 dari harga pasar.
Menurut Sinaga, kenaikan harga beras saat ini kemungkinan besar karena faktor cuaca yang terjadi selama 2011 lalu sehingga mempengaruhi stok beras di 2012. "Kalaupun ada penimbunan, dengan operasi pasar ini dapat membantu masyarakat menengah ke bawah untuk bisa mendapatkan kesempatan membeli beras. Dan pelaku penimbunan juga akan rugi sendiri, karena telah menimbun," katanya.
Sinaga menambahkan, secara teknis, pelaksanaan operasi pasar, pihaknya akan menyerahkan penjualan kepada agen yang menjadi rekomendasi Bulog.
Agen masing-masing tersebar di tujuh pasar tardisional di Kota Bogor. Para agen dapat menjual beras ke pengecer dan masyarakat umum.
"Untuk pengecer kita batasi dapat membeli hingga 1 ton, tapi harus menjual dengan harga yang sudah ditetapkan. Sedangkan untuk masyarakat hanya boleh membeli 20 kg," katanya. (ant)
Kepala Bidang Perdagangan pada Disperindag Kota Bogor, M Sinaga, di Bogor, Minggu (8/1/2012 ), mengatakan, operasi pasar (OP) beras digelar sejak Jumat (6/1) hingga harga di pasaran normal kembali. "Dalam operasi pasar ini kami menyiapkan 50 ton beras," katanya.
Menurutnya, sebanyak 20 ton beras telah disalurkan di dua pasar yakni Pasar Bogor dan Pasar Anyar pada Jumat lalu.
Ia mengatakan OP beras digelar karena kenaikan harga beras di Bogor telah mencapai 10 persen. Harga beras di pasaran rata-rata Rp 7.500 per kilogram untuk jenis IR 64.
Dalam OP beras tersebut, menurut Sinaga, Disperindag menjual beras dengan harga Rp 6.500 per kilogram, atau selisih Rp 1.000 dari harga pasar.
Menurut Sinaga, kenaikan harga beras saat ini kemungkinan besar karena faktor cuaca yang terjadi selama 2011 lalu sehingga mempengaruhi stok beras di 2012. "Kalaupun ada penimbunan, dengan operasi pasar ini dapat membantu masyarakat menengah ke bawah untuk bisa mendapatkan kesempatan membeli beras. Dan pelaku penimbunan juga akan rugi sendiri, karena telah menimbun," katanya.
Sinaga menambahkan, secara teknis, pelaksanaan operasi pasar, pihaknya akan menyerahkan penjualan kepada agen yang menjadi rekomendasi Bulog.
Agen masing-masing tersebar di tujuh pasar tardisional di Kota Bogor. Para agen dapat menjual beras ke pengecer dan masyarakat umum.
"Untuk pengecer kita batasi dapat membeli hingga 1 ton, tapi harus menjual dengan harga yang sudah ditetapkan. Sedangkan untuk masyarakat hanya boleh membeli 20 kg," katanya. (ant)

- Mentan : Potensi Kelinci Indonesia Kalahkan China
- Gebyar Aerobik Perwosi Kota Bogor Diguyur Hujan
- Wakil Wali Kota Cirebon Divonis Setahun Penjara
- Pengusaha di Jabar Masih Minim
- Kang Aher Gunakan Vespa Menuju Kampus BSI
1 Komentar :
obat amandel
23 Januari 2012 - 22:20:02 WIB
Ini adalah kesan pertama saat berkunjung ke web ini: MANTAB designnya...
Salam
<< First | < Prev | 1 | Next > | Last >>
Isi Komentar :










Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online 