Sabtu, 31 Desember 2011 - 01:41:35 WIBBOGOR RABBIT FESTIVAL Tampilkan Kelinci-Kelinci Unik
Diposting oleh : Iso
Kategori: Ekonomi - Dibaca: 144 kali

BOGORnews ::: "Bogor Rabbit Festival 2012" yang berlangsung pada 7-8 Januari mendatang akan menampilkan kelinci-kelinci cantik dan unik milik peternak atau pun penggemar hewan peliharaan tersebut.
Humas Panitia Bambang Sarkoro di Bogor, Kamis mengatakan, saat ini sudah banyak yang mendaftarkan diri untuk mengikuti sejumlah kegiatan dalam festival tersebut, termasuk kontes kelinci lokal dan impor.
"Umumnya mereka dari kalangan peternak dan para penggemar kelinci di kawasan Jabodetabek," kata Bambang.
Dalam lomba kelinci hias, katanya, kriterianya antara lain dalam hal keindahan bentuk, warna bulu dan juga kesehatannya.
"Diutamakan kelinci dengan keindahan alami, jadi bukan hasil rekayasa," kata Bambang.
Selain lomba kelinci hias, Bogor Rabbit Festival 2012 yang diselenggarakan oleh Himpunan Masyarakat Perkelincian Indonesia (Himakindo) ini juga akan diisi dengan berbagai kegiatan seperti bursa kelinci, pelatihan mengenai penyelenggaraan dan penjurian kontes kelinci, dan lomba bercerita dengan mengambil tema tentang kelinci.
Festival yang akan berlangsung di Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) Jalan Raya Pajajaran 59E Bogor tersebut terbuka untuk umum. Masyarakat bisa menyaksikan langsung kelinci-kelinci yang dilombakan.
Bambang mengatakan, pendaftaran peserta kegiatan masih terbuka dan dapat menghubungi sekretariat panitia Jalan Sindang Barang 16 Laladon Bogor, telepon 081213110140.
Selain memperkenalkan kelinci sebagai hewan multiguna, ujar dia, kegiatan festival ini juga bertujuan untuk menyebarluaskan informasi ilmu pengetahuan tentang kelinci dan pengembangan produk dari hewan tersebut yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Wilayah Bogor secara umum memiliki potensi yang cukup besar dalam pengembangan usaha tani ternak kelinci ini," kata Bambang Sarkoro.
Ia mengemukakan bahwa pengembangan potensi bisnis dari ternak kelinci ini berorientasi sedikitnya pada tiga hal, yakni "food, fancy dan fur".
"Food" adalah kegiatan usaha tani ternak kelinci yang bertujuan untuk menghasilkan makanan berbasis daging kelinci sebagai sumber protein. "Fancy" adalah kegiatan hobi dan minat pengembangan kelinci sebagai ternak hias. Sementara "fur" adalah pengembangan dari hasil samping ternak kelinci, seperti pemanfaatan kulit dan urine.
Potensi dari ternak kelinci yang sangat besar tersebut, kata Bambang, perlu didukung oleh kegiatan yang bersifat promosi sehingga pengembangan kelinci juga dapat memberi manfaat secara biologis, ekonomis dan untuk tujuan kelestarian lingkungan.(ant)
Humas Panitia Bambang Sarkoro di Bogor, Kamis mengatakan, saat ini sudah banyak yang mendaftarkan diri untuk mengikuti sejumlah kegiatan dalam festival tersebut, termasuk kontes kelinci lokal dan impor.
"Umumnya mereka dari kalangan peternak dan para penggemar kelinci di kawasan Jabodetabek," kata Bambang.
Dalam lomba kelinci hias, katanya, kriterianya antara lain dalam hal keindahan bentuk, warna bulu dan juga kesehatannya.
"Diutamakan kelinci dengan keindahan alami, jadi bukan hasil rekayasa," kata Bambang.
Selain lomba kelinci hias, Bogor Rabbit Festival 2012 yang diselenggarakan oleh Himpunan Masyarakat Perkelincian Indonesia (Himakindo) ini juga akan diisi dengan berbagai kegiatan seperti bursa kelinci, pelatihan mengenai penyelenggaraan dan penjurian kontes kelinci, dan lomba bercerita dengan mengambil tema tentang kelinci.
Festival yang akan berlangsung di Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) Jalan Raya Pajajaran 59E Bogor tersebut terbuka untuk umum. Masyarakat bisa menyaksikan langsung kelinci-kelinci yang dilombakan.
Bambang mengatakan, pendaftaran peserta kegiatan masih terbuka dan dapat menghubungi sekretariat panitia Jalan Sindang Barang 16 Laladon Bogor, telepon 081213110140.
Selain memperkenalkan kelinci sebagai hewan multiguna, ujar dia, kegiatan festival ini juga bertujuan untuk menyebarluaskan informasi ilmu pengetahuan tentang kelinci dan pengembangan produk dari hewan tersebut yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Wilayah Bogor secara umum memiliki potensi yang cukup besar dalam pengembangan usaha tani ternak kelinci ini," kata Bambang Sarkoro.
Ia mengemukakan bahwa pengembangan potensi bisnis dari ternak kelinci ini berorientasi sedikitnya pada tiga hal, yakni "food, fancy dan fur".
"Food" adalah kegiatan usaha tani ternak kelinci yang bertujuan untuk menghasilkan makanan berbasis daging kelinci sebagai sumber protein. "Fancy" adalah kegiatan hobi dan minat pengembangan kelinci sebagai ternak hias. Sementara "fur" adalah pengembangan dari hasil samping ternak kelinci, seperti pemanfaatan kulit dan urine.
Potensi dari ternak kelinci yang sangat besar tersebut, kata Bambang, perlu didukung oleh kegiatan yang bersifat promosi sehingga pengembangan kelinci juga dapat memberi manfaat secara biologis, ekonomis dan untuk tujuan kelestarian lingkungan.(ant)

- Ratusan Tower Telekomunikasi di Bogor Ilegal
- Puluhan Wisatawan Belanda Tour Kampung Cikaret Bogor Selatan
- Heryawan : Pendidikan Adalah Investasi Sosial Jangka Panjang
- Sambut Pergantian Tahun, HPI dan MCB Gelar Pentas Seni Tradisi Sunda dan Anak Jalanan
- Gubernur Jabar Resmikan Kampus AKPER Garut
0 Komentar :
Isi Komentar :









Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online 