Kamis, 29 Desember 2011 - 23:06:52 WIBHeryawan : Pendidikan Adalah Investasi Sosial Jangka Panjang
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: Pendidikan - Dibaca: 141 kali

BOGORnews ::: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan di era modern ini, peran sumberdaya manusia menjadi sangat penting. Para analis modern, sudah menegaskan bahwa dalam diri manusia, setidaknya ada tiga aspek penting yang perlu diperhatikan, yaitu aspek kuantitatif, intelektualitas, serta nilai dan norma sosial. Pada aspek kuantitatif, Jawa Barat memiliki jumlah penduduk yang cukup besar (43 juta jiwa lebih). Jumlah penduduk ini adalah sumberdaya manusia yang potensial, baik sebagai pasar (market) maupun Sumberdaya Manusia (SDM) pembangunan. Demikian aspek demografi menjadi sangat penting, untuk menunjang percepatan pembangunan.
“Pendidikan adalah investasi sosial (social investment) jangka panjang. Inilah asumsi yang dianut Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sumberdaya alam adalah modal pembangunan, namun nilai strategis dari pendidikan jauh lebih berdampak jangka panjang dan permanen dibandingkan dengan kekuatan sumberdaya alam. Infrastruktur atau sarana fasilitas umum adalah kebutuhan tambahan dalam proses pembangunan. Dan peningkatan kualitas SDM berupa pendidikan jauh lebih strategis dan berdampak jangka panjang daripada kelengkapan fasilitas umum tersebut,” ujar Heryawan pada acara Dies Natalis ke-13 dan Wisuda Program Diploma, Sarjana dan Magister lulusan Universitas Garut Tahun 2011, Kamis (29/12) pagi
Fakta menunjukan bahwa untuk menjadi bangsa yang maju, harus dimulai dengan membangun masyarakat berpengetahuan (knowledge based society), dan ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge based economic). Para pakar mengemukakan temuannya, bahwa negara maju, seperti Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat, merupakan negara yang menyisihkan anggaran pembangunannya untuk aspek pendidikan. Maka berdasarkan pertimbangan itulah, dalam tiga tahun terakhir, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan untuk terus meningkatkan anggaran pendidikan, baik pada tingkat pendidikan dasar, menengah maupun perguruan tinggi.
Dalam mewujudkan masyarakat Jawa Barat berpengetahuan itu, Pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan yang diarahkan pada usaha-usaha peningkatan kualitas SDM Jawa Barat, seperti : Pemberian subsidi atau beasiswa kepada rakyat miskin, BOS Provinsi, BAGUS, BSM, serta bantuan sarana fisik pendidikan berupa penambahan ruang kelas baru. Untuk tingkat perguruan tinggi, Pemerintah telah mengeluarkan beasiswa kepada mahasiswa Jawa Barat, dan juga memberikan biaya pendidikan bagi para bidan desa. Semua hal itu, adalah bagian penting dari usaha membangun masyarakat Jawa Barat yang berkualitas. *(red)
“Pendidikan adalah investasi sosial (social investment) jangka panjang. Inilah asumsi yang dianut Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sumberdaya alam adalah modal pembangunan, namun nilai strategis dari pendidikan jauh lebih berdampak jangka panjang dan permanen dibandingkan dengan kekuatan sumberdaya alam. Infrastruktur atau sarana fasilitas umum adalah kebutuhan tambahan dalam proses pembangunan. Dan peningkatan kualitas SDM berupa pendidikan jauh lebih strategis dan berdampak jangka panjang daripada kelengkapan fasilitas umum tersebut,” ujar Heryawan pada acara Dies Natalis ke-13 dan Wisuda Program Diploma, Sarjana dan Magister lulusan Universitas Garut Tahun 2011, Kamis (29/12) pagi
Fakta menunjukan bahwa untuk menjadi bangsa yang maju, harus dimulai dengan membangun masyarakat berpengetahuan (knowledge based society), dan ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge based economic). Para pakar mengemukakan temuannya, bahwa negara maju, seperti Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat, merupakan negara yang menyisihkan anggaran pembangunannya untuk aspek pendidikan. Maka berdasarkan pertimbangan itulah, dalam tiga tahun terakhir, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan untuk terus meningkatkan anggaran pendidikan, baik pada tingkat pendidikan dasar, menengah maupun perguruan tinggi.
Dalam mewujudkan masyarakat Jawa Barat berpengetahuan itu, Pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan yang diarahkan pada usaha-usaha peningkatan kualitas SDM Jawa Barat, seperti : Pemberian subsidi atau beasiswa kepada rakyat miskin, BOS Provinsi, BAGUS, BSM, serta bantuan sarana fisik pendidikan berupa penambahan ruang kelas baru. Untuk tingkat perguruan tinggi, Pemerintah telah mengeluarkan beasiswa kepada mahasiswa Jawa Barat, dan juga memberikan biaya pendidikan bagi para bidan desa. Semua hal itu, adalah bagian penting dari usaha membangun masyarakat Jawa Barat yang berkualitas. *(red)

- Sambut Pergantian Tahun, HPI dan MCB Gelar Pentas Seni Tradisi Sunda dan Anak Jalanan
- Gubernur Jabar Resmikan Kampus AKPER Garut
- LPSE Provinsi Jawa Barat Mendapat ISO 9001:2008
- Seorang Pemuda Tega Menggorok Leher Balita
- Perda KTR Kembali Dipersoalkan
0 Komentar :
Isi Komentar :








Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online 