Kamis, 29 Desember 2011 - 22:48:21 WIBGubernur Jabar Resmikan Kampus AKPER Garut
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: Pendidikan - Dibaca: 175 kali

BOGORnews ::: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meresmikan Kampus Baru Akademi Keperawatan (AKPER) Bidara Mukti Jalan Pembangunan 112 Kabupaten Garut, Kamis (29/12) pagi. Diharapkan dengan hadirnya gedung kampus baru semakin mempercepat mewujudkan pendidikan tinggi yang bermutu dan unggul di bidang kesehatan.
Khususnya dalam mencetak tenaga keperawatan yang merupakan sebagai salah satu faktor pendukung keberhasilan pembangunan bidang kesehatan. Hal itu sejalan dengan upaya percepatan pencapaian Millenium Development Goals (MDG’s) tahun 2015, serta Misi Pertama RPJMD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013, yaitu Mewujudkan Sumber Daya Manusia Jawa Barat yang Produktif dan Berdaya Saing,
Menurut Heryawan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berupaya meningkatkan akselerasi pembangunan Bidang Kesehatan, khususnya yang difokuskan pada peningkatan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pencegahan penyakit, serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dasar, dengan sasaran yang ingin diwujudkan diantaranya: Menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB); Meningkatkan pengendalian dan pencegahan penyakit menular; Meningkatkan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat; Meningkatkan kuantitas dan kualitas tenaga kesehatan; Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dasar; serta Penanganan gizi buruk.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Kesehatan Jawa Barat pada tahun 2010 mencapai 72,00 poin atau meningkat 0,33 poin dari tahun 2009. Peningkatan ini didukung komponen-komponen Indeks Kesehatan yang semakin membaik, yakni ; Angka Harapan Hidup (AHH), AKI dan AKB. Dan untuk itu Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus meningkatkan alokasi anggaran fungsi kesehatan menjadi sebesar 7,56% dari total belanja APBD Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2011 atau meningkat sekitar 125,9% dari anggaran kesehatan tahun 2010.
“Kita butuhkan terobosan dan loncatan besar untuk mencapai taraf kesehatan yang ideal,” ujar Heryawan. Untuk tahun 2011 ini, tentunya kita juga optimistis Indeks Kesehatan Jawa Barat dapat kembali meningkat, seiring dengan berbagai program dan kegiatan pembangunan bidang kesehatan yang telah kita upayakan bersama-sama.
Untuk mendongkrak aksesibilitas dan mutu pelayanan kesehatan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sepanjang tahun 2011 ini telah merespon dengan menggulirkan program pengembangan puskemas menjadi puskemas berfungsi PONED atau Puskesmas Mampu PONED sebanyak 86 Puskesmas di 24 kabupaten/kota di Jawa Barat.
Disamping itu, juga mengalokasikan pengadaan alat kesehatan PONED yang didistribusikan kepada 100 puskesmas terpilih di 26 kabupaten/kota, serta penyediaan tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter PTT dan bidan PTT Provinsi terlatih PONED untuk puskesmas yang dipersiapkan menjadi Puskesmas PONED.
Sedangkan untuk anggaran 2012 mendatang, dengan dukungan anggaran fungsi kesehatan mencapai 10% dari total APBD, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga berencana membangun 200 puskesmas PONED, berikut dengan pengadaan alat kesehatan PONED dan penyediaan tenaga kesehatan yang telah terlatih PONED. Juga digulirkan rintisan program KTP berasuransi bagi masyarakat.
Disamping itu, dalam rangka meningkatkan kuantitas dan kualitas tenaga kesehatan di daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga kembali menggulirkan beasiswa kebidanan sesuai peraturan perundang-undangan, serta kebijakan penempatan bidan di desa-desa untuk memenuhi ketersediaan bidan di seluruh desa di Jawa Barat. *(red)
Khususnya dalam mencetak tenaga keperawatan yang merupakan sebagai salah satu faktor pendukung keberhasilan pembangunan bidang kesehatan. Hal itu sejalan dengan upaya percepatan pencapaian Millenium Development Goals (MDG’s) tahun 2015, serta Misi Pertama RPJMD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013, yaitu Mewujudkan Sumber Daya Manusia Jawa Barat yang Produktif dan Berdaya Saing,
Menurut Heryawan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berupaya meningkatkan akselerasi pembangunan Bidang Kesehatan, khususnya yang difokuskan pada peningkatan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pencegahan penyakit, serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dasar, dengan sasaran yang ingin diwujudkan diantaranya: Menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB); Meningkatkan pengendalian dan pencegahan penyakit menular; Meningkatkan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat; Meningkatkan kuantitas dan kualitas tenaga kesehatan; Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dasar; serta Penanganan gizi buruk.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Kesehatan Jawa Barat pada tahun 2010 mencapai 72,00 poin atau meningkat 0,33 poin dari tahun 2009. Peningkatan ini didukung komponen-komponen Indeks Kesehatan yang semakin membaik, yakni ; Angka Harapan Hidup (AHH), AKI dan AKB. Dan untuk itu Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus meningkatkan alokasi anggaran fungsi kesehatan menjadi sebesar 7,56% dari total belanja APBD Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2011 atau meningkat sekitar 125,9% dari anggaran kesehatan tahun 2010.
“Kita butuhkan terobosan dan loncatan besar untuk mencapai taraf kesehatan yang ideal,” ujar Heryawan. Untuk tahun 2011 ini, tentunya kita juga optimistis Indeks Kesehatan Jawa Barat dapat kembali meningkat, seiring dengan berbagai program dan kegiatan pembangunan bidang kesehatan yang telah kita upayakan bersama-sama.
Untuk mendongkrak aksesibilitas dan mutu pelayanan kesehatan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sepanjang tahun 2011 ini telah merespon dengan menggulirkan program pengembangan puskemas menjadi puskemas berfungsi PONED atau Puskesmas Mampu PONED sebanyak 86 Puskesmas di 24 kabupaten/kota di Jawa Barat.
Disamping itu, juga mengalokasikan pengadaan alat kesehatan PONED yang didistribusikan kepada 100 puskesmas terpilih di 26 kabupaten/kota, serta penyediaan tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter PTT dan bidan PTT Provinsi terlatih PONED untuk puskesmas yang dipersiapkan menjadi Puskesmas PONED.
Sedangkan untuk anggaran 2012 mendatang, dengan dukungan anggaran fungsi kesehatan mencapai 10% dari total APBD, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga berencana membangun 200 puskesmas PONED, berikut dengan pengadaan alat kesehatan PONED dan penyediaan tenaga kesehatan yang telah terlatih PONED. Juga digulirkan rintisan program KTP berasuransi bagi masyarakat.
Disamping itu, dalam rangka meningkatkan kuantitas dan kualitas tenaga kesehatan di daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga kembali menggulirkan beasiswa kebidanan sesuai peraturan perundang-undangan, serta kebijakan penempatan bidan di desa-desa untuk memenuhi ketersediaan bidan di seluruh desa di Jawa Barat. *(red)

- LPSE Provinsi Jawa Barat Mendapat ISO 9001:2008
- Seorang Pemuda Tega Menggorok Leher Balita
- Perda KTR Kembali Dipersoalkan
- Gubernur Jabar Terima Transmigrasi Award 2011
- 745 Kareteka se Jabar Berebut Piala Dede Yusuf
0 Komentar :
Isi Komentar :









Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online 