Kamis, 03 November 2011 - 22:24:40 WIBRT dan RW Kota Cimahi Sambangi Kota Bogor
Diposting oleh : Iso
Kategori: Seputar JABAR - Dibaca: 180 kali

BOGORnews ::: Kota Bogor kembali kedatangan tamu. Kali ini giliran kota Cimahi menyambangi kota Bogor dalam rangka studi banding/studi komparatif peningkatan wawasan.
Sekitar 400 orang yang terdiri dari RT dan RW dipimpin Asisten Tata Praja Pemerintah Kota Cimahi H. M. Suryadi, SH berkunjung ke Balaikota Bogor. Kedatangan rombongan yang menggunakan 8 bus diterima Staff Ahli Walikota Bogor Bidang Hukum dan Politik, H. Rafinus Syukri di Ruang Rapat I Balaikota Bogor, Kamis (3/11/2011).
Dalam kesempatan ini, Suryadi mengatakan bahwa kota Bogor menjadi sasaran yang tepat sebagai daerah pembelajaran dan peningkatan wawasan di berbagai bidang.
Ini bukan tanpa alasan, mengingat Kota Bogor adalah kota yang memiliki segudang prestasi dimana salah satunya mendapatkan piala Citra Bhakti Abdi Negara dari Presiden Republik Indonesia pada tahun 2009. Hal ini juga didukung oleh lokasi Kota Bogor dan Kota Cimahi yang masih berada di satu propinsi sehingga akses transportasinya cukup memadai.
Cimahi sendiri ditetapkan menjadi kota melalui UU 9 tahun 2001. “Umurnya masih 1 dasawarsa, jadi masih banyak yang harus kita pelajari dari daerah lain,” kata Suryadi. Didukung oleh 3 kecamatan dan 15 kelurahan, kota seluas kurang lebih 4000.25 ha ini sudah cukup memiliki segudang prestasi.
Suryadi menjelaskan, hal itu dapat terjadi dikarenakan Kota Cimahi senantiasa memperhatikan lembaga kemasyarakatan yang ada. Adapun program-program yang diberlakukan oleh Pemda, banyak didukung hingga RT dan RW.
Ia dan rombongan pun mengaku senang dapat melakukan studi banding ke Kota Hujan ini. “Kami Kota Cimahi, senantiasa senang untuk belajar dari kota atau daerah lain, agar Kota kami menjadi lebih baik ke depannya,” ujar Suryadi.
Menjawab sanjungan tersebut, Staff ahli Walikota Bogor Rafinus Syukri, merasa bersyukur karena kerja keras dalam upaya memberikan yang terbaik bagi warga Kota Bogor telah membuahkan hasil positif.
“Kota Bogor masuk dalam daftar sepuluh besar kota dengan kinerja terbaik penyelenggaraan pemerintahan sepanjang tahun 2009,” kata Rafinus.
Ia pun menjelaskan, dengan segudang prestasi yang telah didapat kota Bogor tersebut, tidak menampik bahwa Kota Bogor sudah bebas dari masalah. Salah satu yang sedang digalakkan adalah Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
Berdasarkan Perda Nomor 12 tahun 2009, penerapan KTR memang ditujukan dalam rangka melindungi warga Kota Bogor dari pencemaran asap rokok yang membahayakan kesehatan. Hal ini juga didukung dengan konsistensi Pemerintah Kota Bogor untuk terus mengurangi jumlah reklame rokok di berbagai ruas jalan protokol di Kota Bogor.
Rafinus berharap upaya ini akan mengurangi gencarnya berbagai bentuk promosi rokok yang memang dianggap paling bertanggungjawab terhadap penurunan usia perokok pemula. *(iso)
Sekitar 400 orang yang terdiri dari RT dan RW dipimpin Asisten Tata Praja Pemerintah Kota Cimahi H. M. Suryadi, SH berkunjung ke Balaikota Bogor. Kedatangan rombongan yang menggunakan 8 bus diterima Staff Ahli Walikota Bogor Bidang Hukum dan Politik, H. Rafinus Syukri di Ruang Rapat I Balaikota Bogor, Kamis (3/11/2011).
Dalam kesempatan ini, Suryadi mengatakan bahwa kota Bogor menjadi sasaran yang tepat sebagai daerah pembelajaran dan peningkatan wawasan di berbagai bidang.
Ini bukan tanpa alasan, mengingat Kota Bogor adalah kota yang memiliki segudang prestasi dimana salah satunya mendapatkan piala Citra Bhakti Abdi Negara dari Presiden Republik Indonesia pada tahun 2009. Hal ini juga didukung oleh lokasi Kota Bogor dan Kota Cimahi yang masih berada di satu propinsi sehingga akses transportasinya cukup memadai.
Cimahi sendiri ditetapkan menjadi kota melalui UU 9 tahun 2001. “Umurnya masih 1 dasawarsa, jadi masih banyak yang harus kita pelajari dari daerah lain,” kata Suryadi. Didukung oleh 3 kecamatan dan 15 kelurahan, kota seluas kurang lebih 4000.25 ha ini sudah cukup memiliki segudang prestasi.
Suryadi menjelaskan, hal itu dapat terjadi dikarenakan Kota Cimahi senantiasa memperhatikan lembaga kemasyarakatan yang ada. Adapun program-program yang diberlakukan oleh Pemda, banyak didukung hingga RT dan RW.
Ia dan rombongan pun mengaku senang dapat melakukan studi banding ke Kota Hujan ini. “Kami Kota Cimahi, senantiasa senang untuk belajar dari kota atau daerah lain, agar Kota kami menjadi lebih baik ke depannya,” ujar Suryadi.
Menjawab sanjungan tersebut, Staff ahli Walikota Bogor Rafinus Syukri, merasa bersyukur karena kerja keras dalam upaya memberikan yang terbaik bagi warga Kota Bogor telah membuahkan hasil positif.
“Kota Bogor masuk dalam daftar sepuluh besar kota dengan kinerja terbaik penyelenggaraan pemerintahan sepanjang tahun 2009,” kata Rafinus.
Ia pun menjelaskan, dengan segudang prestasi yang telah didapat kota Bogor tersebut, tidak menampik bahwa Kota Bogor sudah bebas dari masalah. Salah satu yang sedang digalakkan adalah Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
Berdasarkan Perda Nomor 12 tahun 2009, penerapan KTR memang ditujukan dalam rangka melindungi warga Kota Bogor dari pencemaran asap rokok yang membahayakan kesehatan. Hal ini juga didukung dengan konsistensi Pemerintah Kota Bogor untuk terus mengurangi jumlah reklame rokok di berbagai ruas jalan protokol di Kota Bogor.
Rafinus berharap upaya ini akan mengurangi gencarnya berbagai bentuk promosi rokok yang memang dianggap paling bertanggungjawab terhadap penurunan usia perokok pemula. *(iso)

- Dua SD Negeri di Kota Bogor Pelopori Gunakan Iket Kepala
- 10 Makanan Ini Bisa Bantu Tidur Lelap
- Kemasan Rokok Harus Cantumkan Peringatan Berbentuk Gambar & Huruf Braile
- Harga Emas Bakal Sentuh Rekor Lagi?
- Santap Daging Kurban, Waspada Kena GERD!
0 Komentar :
Isi Komentar :









Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online 