I  
 
Daerah

26 Tempat Hiburan Malam dibongkar Satpol PP

Rabu, 03 Desember 2014 - WIB | dibaca: 279 pembaca

BOGORnews, == Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bogor, Jawa Barat, membongkar sedikitnya 26 tempat hiburan malam yang tidak memiliki izin dan menyalahi aturan terkait Tata Ruang.

"Pembongkaran ada 26 unit tempat hiburan malam tersebar di empat titik, di Kecamatan Kemang, Tajur Halang, Cileungsi dan Parung," kata Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor Luthfi Syam di sela-sela pembongkaran tempat hiburan malam di Kecamatan Kemang, Rabu.

Luthfi mengatakan pembongkaran tempat hiburan malam ditargetkan selesai dalam satu hari ini. Pihaknya mengerahkan 500 personel gabungan Polri serta TNI.

Satu unit alat berat diturunkan untuk membongkar lima tempat hiburan malam yang ada di wilayah Kemang, proses pembongkaran sempat diwarnai penolakan dari pemilik, dan seorang pengelola sempat diamankan petugas karena mencoba menghalangi pembongkaran.

"Proses untuk pembongkaran ini sudah dimulai sejak Juni, diterbitkan surat teguran dari Dinas Tata Bangunan, tetapi tidak diindahkan. Sampai akhirnya pembongkaran terpaksa kita lakukan sesuai rekomendasi dari dinas terkait," kata Luthfi.

Pembongkran lima tempat hiburan malam di wilayah Kemang mendapat pengawalan ketat oleh aparat Polres Bogor dan Polsek Kemang serta personel TNI. Sekita satu kompi petugas anti-huru hara dari Polri terlihat berjaga-jaga di lokasi pembongkaran dengan peralatan lengkap seperti helm dan tameng.

Lima tempat hiburan malam di Kecamatan Kemang berada dalam satu kawasan, dua bangunan di bagian atas dan tiga lainnya. Di lokasi yang berada di dalam gang tersebut juga terdapat sejumlah kuburan Tiongkok.

"Tempat ini selain tidak berizin juga menyalahi Tata Ruang, karena bukan peruntukkannya," kata Luthfi.

Usai membongkar dua bangunan di bagian atas, petugas bergerak untuk membongkar tiga bangunan yang dijadikan tempat karauke dan warung remang-remang. Saat becho bergerak, seorang pengelola bernama Baron menghalangan petugas.

Petugas lalu menghalau Baron yang terus berteriak agar petugas menghentikan niatnya, namun upaya tersebut sia-sia. Saat petugas mencoba membongkar bangunan tersebut lagi-lagi Baron dan rekan-rekannya mencoba menghalangi petugas hingga akhirnya ia dikeroyok dan diamankan oleh petugas.

Menurut salah seorang pemilik tempat hiburan malam, Ahim, mereka sudah mengajukan izin untuk mendirikan bangunan tersebut dan membayar senilai Rp13 juta untuk membuat sitepland.

"Kita tidak tahu mereka mengajukan izinya kemana? apakah menggunakan calo atau biong-biong. Karena jelas aturannya kawasan ini bukan peruntukan tempat hiburan malam," kata Kabid Bina Riksa Satpol PP Agus Ridho.

Pembongkaran tempat hiburan malam di kawasan Parung dan Kemang mendapat dukungan moril dari MUI setempat. Sejumlah anggota MUI datang dan melihat langsung proses pembongkaran.

"MUI Kecamatan Kemang sangat mendukung langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bogor, ini seperti harapan kami yang terkabulkan. Karena sudah lama kami berjuang untuk menertibkan tempat hiburan malam di wilayah Kemang tetapi melalui perjalanan panjang. Hari ini kami mendukung tindakan penertiban ini dan akan mengawal hingga semua benar-benar ditertibkan," kata Ketua MUI Kecamatan Kemang, Muhammad Zein.(ant)


Bantu Kami Dengan Klik Like/Suka Jika Anda Menyukai Informasi Ini :


Beri Komentar Berita Ini :